Monday, February 25, 2013

The Only Way is UP!



It's never too late to turn it back around
Yeah I know you can
Don't bury your demons deep in the ground
When it all falls down
The only way is up, up, up
The only way is up, up

Thursday, February 21, 2013

Di Jakarta Aja

I went to Textile Museum and Jakarta Old Town (where ceramic museum, puppet museum and fatahillah museum are located) last Tuesday. This time to accompany the wives of Jakarta Administration officials. Though I couldn't really enjoy, but several pictures could make me smile. Enjoy!

Textile Museum where we could learn how to paint batik
On the way to Old Town in the middle of traffic jam, froze this old man painting the face of some public figures

Hermes statue at the backyard of Museum Sejarah Jakarta (Fatahillah Museum)

Museum Sejarah Jakarta, known as Museum Fatahillah. Btw, I love the tree

Puppet Museum/Museum Wayang
Would you ride this beautiful bike with me? :)



Tuesday, February 12, 2013

Ngobrol Yuk!

Memang nggak seharusnya semua omongan orang itu didengar. Tapiiii.... ya kadang suka agak gatel juga sih sama orang-orang yang nggak kenal dan nggak paham kondisi kita lalu mereka nge-judge. Dan, parahnya lalu ngomongin di belakang.

Maksud saya, kalau nggak tau, mbok ya nanya. Kalau curiga mbok ya dicaritau dulu. Kalau punya kecenderungan berburuk sangka, mbok ya cari alasan dulu untuk bener-bener berburuk sangka. Tiap orang kan punya alasan untuk melakukan sesuatu atau membuat pilihan.

Kenalan, trus ngobrol... Susah ya??? (senyum...)

Wednesday, February 6, 2013

Sweetest Thing in January: Suddenly Middle East (Part 5 - Stop by: Dubai)

Arab Saudi memang sedang musim dingin walau siang hari matahari tetap terik. Anginnya itu yang kadang nggak nahan. Kenceeeengggg man! Ya tau sendiri, kan badan saya adaptif aja sama angin manapun. Kejadian deh masuk angin walaupun udah pake sweater. Adegan pijit-pijitan pastinya sempet terjadi di dalam Masjidil Haram :D

Hujan malah baru turun ketika kami meninggalkan Mekah untuk kembali ke tanah air. Eh Ya Allah, ini berasa dinangisin lho sama tanah suci itu. Pose dramatis pun otomatis tercipta (kebanyakan nonton film sih): nempel di kaca bus jam 4 pagi, air mata ngembeng, mata nggak mau lepas dari Masjidil Haram dan Zamzam Tower.

Zamzam Tower
Berhubung sholat subuh di sana itu pukul 05:45 dan syuruq itu pukul 07:00, rombongan diarahkan untuk sholat di Masjid Arrahmah atau Masjid Terapung di Kota Jeddah yang memang sudah dekat dengan Bandara Internasional King Abdul Aziz.

Masjid Arrahmah, Jeddah
Selepas subuhan, kami sarapan dan lanjut urus ini itu di bandara untuk berangkat ke Dubai.

Mbak Ita, Mbak Sita, Saya, Mbak Eni, Mbak Nungki, Bu Ida dan anaknya. Ngobrol banyaaaakkkk sambil nunggu
Penerbangan ke Dubai ditempuh sebentar saja. Nggak gitu concern saya sama detilnya karena terlampau murung meninggalkan negara yang 1 itu. Sampai di Dubai, urusan visa on arrival-nya agak lama. Kami baru bisa meninggalkan bandara pukul 18:00 waktu setempat dan langsung city tour.

Kiri Atas: Hotel Atlantis, Kanan Atas: Dubai Mall The Biggest, Kiri Bawah: di tepi Burj Al Arab, Kanan Bawah: nonton fountain show di depan Burj Al Khalifa The Tallest

Besoknya, udah balik lagi ke Jakarta. Hiks... kerja lagi kitaaa. Tapi harus semangat, biar bisa nabung lagi, biar bisa balik lagi. Semoga segera dipanggil lagi Ya Allah. Aamiin...

Tuesday, February 5, 2013

Sweetest Thing in January: Suddenly Middle East (Part 4 - Still Makkah)

Hati-hati dengan yang di hati
Ini beneran, membatin aja bisa jadi kenyataan. Tapi intinya adalah, apapun yang terjadi semua memang harus dialami, entah kebaikan atau pelajaran. Semuanya cuma akan nambah kaya, semuanya cuma akan nambah dekat kepada-Nya, sejauh kita yakin akan kasih sayang-Nya. Masing-masing yang pernah ke sana pasti punya cerita, yang akan ke sana juga pasti akan punya cerita. Antara dia dan Rabb-nya.

Hajar Aswad
Bicara dalam hati: apa sih istimewanya batu ini? Kenapa juga sampe direbutin kayak gitu? Kenapa pada histeris? Mukanya pada sangar-sangar pula mau rebutan cium/pegang. Beneran deh, saat itu saya apatis, tapi penasaran juga. Waktu thawaf pertama, nggak dapet. Kedua juga nggak pegang. Eh, pas thawaf ketiga, sudah selesai putaran ke-7 tinggal sholat doang, tiba-tiba Mbak Sita kebawa arus aja dong. Saya mah santai, cuma berujar pelan: "Ya Allah, kalau emang saatnya bisa megang itu sekarang, bukain jalannya, mudahkan jalannya Ya Allah...." Dan alhamdulillah, emang lagi rejeki saat itu.

Kirain mah, batunya bentuknya nonjol, ternyata melengkung ke dalam. Begitu bisa pegang, baca doa, lalu cium tangan yang tadi nyentuh kan. Seketika sadar, kalau saya ada di kerumunan banyak orang, kaki dan tangan gemeteran, air mata nggak terbendung dan malah pelukan sama Mbak Sita. Mulailah teriak-teriak setelah itu "I'm done, I'm about to out..." Ajaibnya, itu orang-orang yang tadinya mukanya pada sangar langsung berubah seakan ngucapin "selamaaaattttt ied.... ayo gantian dong..."

Langkah masih gontai menuju maqam ibrahim untuk sholat. Nggak tau kenapa ya, rasanya semuanya bergetar aja. Langsung ngerasa kecil, langsung ngerasa lemah, tapi di saat bersamaan rasanya kayak jatuh cinta, kayak bersemangat. Bahagia dan bersyukur sangat. Sholat pun masih sambil gemeteran. Sensasinya itu, luar biasa dan ngangenin!

Setelah kejadian itu, saya dan Mbak Sita tetap berusaha konsisten thawaf. Alhamdulillah, di thawaf berikutnya bisa cium hajar aswad. Alhamdulillah...

Masjidil Haram juga punya banyak cerita. Mulai dari yang berantem sama orang Arab, tukeran kurma sama orang Turki, ngajarin ngaji orang Jordania, kongsian sama orang Malaysia... Ngobrol sama orang Palestina, Oman, Bahrain, Maroko.... Nonton muka-muka Jepang sama Korea lagi ngaji. Ah, this sisterhood and brotherhood is sooooo beautiful and peaceful. Belum lagi saat thawaf itu, mana ada perasaan kuatir sama orang asing? Yang ada mbrebes mili waktu rame-rame teriak bismillahi allahu akbar di titik yang sama dengan aksen-aksen yang beda.

Trus, ternyata di Mekah, saya nggak melulu kamar-masjid-kamar-masjid. Pak Ustadz Ali Fikri ngajak city tour juga. Pertama ke Kandang Unta (saya nggak pernah doyan susu putih ternyata bisa juga minum susu unta, fresh pula; rasanya kata orang-orang mirip bear brand), trus ke Masjid Hudaibiyah, lanjut lagi ke 2 museum masjid suci. 

Pojok kiri atas: minum susu onta, pojok kanan atas: gangguin onta pacaran, bawah: rombongan jamaah

Inside Two Holy Mosque Museum
Masjid Hudaibiyah yang air-nya asin

Esok harinya, sempat juga kami memandangi Jabal Tsur, Jabal Rahmah dan melintasi track haji: Mina, Arafah, Muzdalifah.

Kiri atas: track Jabal Rahmah, Kanan atas: Jabal Tsur, Kiri bawah: Muzdalifah, Kanan Bawah: puncak Jabal Rahmah

Lalu, hari-hari terakhir, kami habiskan dengan mabit, ibadah rutin, dan pastinya belanja-belanja sedikit. Favoritnya sih beli ruthab alias kurma muda yang manis.

And, in our final last day.... apalagi kalau bukan mewek berjamaah... Inget ini semuaaaa....



I think, I really have found a place called Real Home. Definitely couldn't move on now, dear God :)