Monday, January 14, 2013

Sweet Opening in January: Suddenly Lombok

Mau cerita agak bawel ah.

Jadi, 3 tahun lalu waktu pesawat take off dari eks-Bandara Selaparang saya ngomong gini: "Mau deh balik lagi ke sini". Lalu, lalu, lalu... diajak bu bos aja dong ke Lombok. Alhamdu...lillah... Nggak pake lama, dadakan aja gitu bareng sama temen-temen 1 seksi di kantor.

Anyway, sekarang ketemunya malah sama si Bandara Praya ya (namanya  lebih seksi nih). Karena pake flight terakhir, nyampe di Lombok udah tengah malem jadi langsung istirahat dong.

Nah, karena di daftar tour, tempatnya sudah saya kunjungi semua (kecuali Pantai Kuta Lombok) ya saya sih santai. Nggak ngoyo untuk pengen banget eksplorasi kiri-kanan gitu alias pasrah ngikut rombongan. Otaknya lagi nggak mau ribet. Yang penting kan ceritanya kayak buku Trave(Love)ing: Hati Patah Kaki Melangkah. Duar! Kok ke sini sih ied urusannya?

Balik ke Lombok ah. Jadi, ceritanya kami nginep di Senggigi Beach Hotel. Saya sekamar sama bu bos, jadi dapet view-nya cihuy lah ya... Buka gorden lihat halaman hijau langsung lurus ke laut. Yeay!

Pemandangan depan kamar

Bale-bale di halaman
Hari kedua di sana. Emang dasar nakal lah ya, bukannya 'ngurusin' bu bos, saya mah ngabur-ngabur. Yang sarapan duluan lah, yang sepedaan lah (nyewa di hotel Rp. 22ribu per jam), pokoknya cuma pengen relaks nggak mikirin yang lain *evil grin*.

maiiinnnnn

Nyebelinnya, itu temen-temen pada dapet sepeda yang ada giginya sementara saya agak apes dapet sepeda sisa. Kecil gitu, macem sepeda bocah (untung rem masih oke dan agak matching sama badan mungil imut saya ini :p). Tapiiii yang ada pas jalanan nanjak, saya lemes, ditinggalin sama temen-temen. Yang ada, difoto lah sama pengunjung hotel lain. Ya sekalian aja, saya gaya lambai-lambai tangan.

Nah, setelah rombongan beres, langsung lah berangkat ke Gili Trawangan. Bulan Januari ini, ombak lagi gede-gedenya, sempet ngeri gitu nggak bisa nyebrang. Kemarinnya, penyebrangan ditutup. Tapi alhamdulillah, cuaca lumayan bersahabat hari itu walaupun gelombangnya tinggi juga, bikin mules.


Sampe di Trawangan ya sodara-sodara, itu temen-temen yang memang umurnya sudah tiada muda seperti saya dan rekan-rekan bengal ini *lalu dilempar mobil dinas*, aktivitasnya ya duduk-duduk, santai-santai di pinggir pantai.  Doang! Duh, udah di GILI TRAWANGAN ini.... *gemes*. Nah, kalau muter pulau pake sepeda kan udah pernah tuh saya. Akhirnya, gara-gara disetanin jadi malahan ikutan snorkeling (gayaaa... padahal renang aja nggak bisa). Oh iya, sewa alat snorkeling (google, alat napas, kaki katak) harganya Rp. 75.000 trus boat-nya Rp. 750.000 bisa buat 10 orang-an.

Tapi, mau snorkeling aja ujiannya ampun-ampunan. Emang, yang namanya alam itu nggak bisa diatur, arus itu nggak bisa ditentang #tsaaahhh.... Ya pokoknya, boat yang membawa kami ke tengah laut lepas itu sempet tabrakan sama boat lain dan temen saya si Bang Uki sempet ketinggalan gara-gara arus kuat membawa boat kencang menuju tengah. Balik lagilah itu boat.

Setelah sampai di spot untuk nyemplung ke laut, pasti kebayang lah drama saya, si cewek-paling-kece-nggak-bisa-berenang-tapi-gaya ini dengan 3 orang temannya.

Saya : Jadi bagusnya gw menghadap mana ya nyebur ke lautnya, ke depan apa ke belakang? (mulai banyak omong padahal ngeri)
Menta : yang penting kamu tenang, nggak boleh panik
Jo (yang udah nyemplung duluan) : Liat aku Bil, ngambang nih kan pake pelampung, udah sini buruan nyebur!
Bang Uki : Aku ceburin nih!
Saya : Jangan, gw nyebur sendiri aja (lalu lompat dan gelegepan gara-gara lupa belajar teknik napas #selftoyor)
(di laut masih dalam keadaan mengenaskan karena keminum air asin)
Jo : Bil, napasnya gini (kasih contoh gigit alat napas)
Saya : (ngemut alat napas)
Jo : Bukan DIEMUT Bil, tapi DIGIGIT! (kesel, lalu ketawa ngakak menyadari kebodohan partnernya)

Oh yes, nyemplung juga

Ya, setelah beragam adegan nggak penting itu, akhirnya saya bisa juga menikmati laut dengan dibantu teman-teman saya itu dan si pemilik boat. Bahagiaaaaa... walaupun ngerepotin. Hehehehe....
Nah, kami kan nggak nginep di Trawangan ya, jadi sore hari kembali ke Senggigi. Sempat foto-foto sebentar di Malimbu Hill. Lalu, balik ke hotel dan setelah makan malam santai-santai aja. Abis itu, hujan deres, jadi yang pada kesengsem pengen night life nggak jadi deh. Alhamdulillah saya mah. Hahaha... Akhirnya end up nonton bareng New Year's Eve di HBO dan bablas tidur sampe pagi. 

View from Malimbu Hill
Hari Terakhir... Ngapain ya? Oh, beli oleh-oleh aja sih, makan ayam taliwang plus plecing kangkung sama ke Pantai Kuta dan Desa Sade. Pantai Kuta bagus bangeeeettt... kalo nggak ada anak-anak dan ibu-ibu jualan maksa/minta-minta duit. Bedanya sama pantai lain itu ya pasirnya yang teksturnya lebih kasar dan besar. Kalau Desa Sade, ya masih sama ceritanya.

Bangkai kepiting di Pantai Kuta, Lombok. Kece ya

Udah deh, abis jalan-jalan dikit, foto-foto, langsung ke bandara. Flight-nya jam 17:55 WITA and.... Yes, J-Town... We're in again... Langsung cus ke rumah ngejar big match Liverpool-MU. 

J-Town at night dari pesawat, subhanallah ya...

Monday, December 31, 2012

Good...bye...

Beberapa jam sebelum malam yang paling saya benci dalam setahun. Malam tahun baru. Cuma suka kembang api-nya aja, sisanya nggak bikin saya nyaman.

Agak gimana gitu, menutup 2012 dengan jadi perempuan yang tiba-tiba sentimentil dan gampang nangis. Padahal biasanya kalau disuruh nangis atau emang terluka banget, teteup susaaaaaahhhh nangis... Eh, ini tiba-tiba jadi sensitif tingkat akut. Ga papa lah, nikmatin aja asinnya si air mata. Hehe...

Kalau 2011 adalah tahun hancur-hancuran dan berusaha banget untuk bangkit, maka 2012 ini bisa saya simpulkan tahunnya: belajar BERSYUKUR. 

Memang masih belajar untuk SABAR dan IKHLAS, tapi 'tamparannya' lebih ke -->> ayo bersyukur.

Alhamdulillah...
>> Selalu punya keluarga dan sahabat yang tetap sayang walau saya-nya lagi agak-agak kacau. Walau kadang dipeluk, kadang diomelin kenceng, itu karena semua peduli sama saya.
>> Bisa bikin cake mahal walaupun sekarang kayaknya udah lupa caranya :D
>> Punya ponakan beneran.
>> Beli pocket camera baru.
>> Jadi pembicara lagi, setelah 2 tahun nggak ngomong di depan banyak orang, dan kali ini jadi pembicaranya buat ngomongin soal humas, bukan motivating orang lain
>> Weekend-an di Dieng dan dapat beberapa kenalan
>> Trip 9 hari ke China bareng Shima  
>> Akhirnya setelah 2 tahun 11 bulan, diangkat jadi PNS
>> Akhirnya beli hp android setelah si bb jadi gembel
>> Nemu akun twitternya @BonsaiSky dan @IslamicThinking yang bikin saya merasa 'nggak diadili' tapi 'disayangi'

Masih harus belajar:
>> Menahan diri dari curiosity terhadap urusan orang lain, terutama urusan dia-dia yang bikin hati jadi nggak karuan (well, untung ubersocial di bb punya opsi mute, dan tweetcaster di android punya zip. Tinggal menguatkan hati agar lapang dan ikhlas untuk nggak mengusik ketenangan diri:), which is ini agak-agak susah ya). Eh, recent updates di bb apa kabar ya? Ah, sudahlah :))))
>> Menghargai dan menilai diri sendiri secara positif. Nggak membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Belajar lebih percaya diri.
>> To have more faith, put a trust and listen more
>> Fokus, hidup di sini-kini... Living in a moment gitu...

Untuk 2013
Sebuah rencana lama yang pada akhirnya malah hampir terealisasi secara impulsif, tapi saat ini paling kelihatan di depan mata. Kalau kemarin sudah ke Asia Timur, semoga kali ini lancar semua rencana ke Asia Barat-nya. Semoga surat cuti-nya cepat keluar. Semoga badannya sehat. Semoga bisa bikin hidup saya lebih bermakna. Semoga ketemu jalan baiknya. Semoga nggak nyusruk ke lubang yang sama lagi di 2013 ini.

Buat orang-orang yang masih dan akan tetap ada untuk menguatkan, semoga diberi-Nya kebaikan berlipat. Yang mampir tanpa diharapkan atau yang ngasih kejutan di perjalanan 2012 saya, makasih juga. Lesson learned kok:)

Buat harapan-harapan baik.... Aamiin
Buat semua tantangan yang muncul, mohon dikuatkan Ya Rabb...

Wednesday, December 26, 2012

A woman's gotta do what a woman's gotta do

Eliminate what is needed to be eliminated
Forgive who is needed to be forgiven
Forget what doesn't need to be remembered
Smile and heads up


Have a faith...
"Selalu ada jalan, kalau kita mau jalan"

Sunday, December 23, 2012

Sparkling Eyes


They say my eyes seem to sparkle everytime I talked about it. Well, I think the combination between smile and tears make it that way

:-)

:'(

Friday, December 21, 2012

Mean Moms



 Copy-paste lines yang bagus, yang cocok buat Hari Ibu-an... Happy Mother's Day ya Ibuuu...


Someday when my children are old enough to
understand the logic that motivates a parent,
I will tell them, as my Mean Mom told me:
‘I loved you enough to ask where you were going,
with whom, and what time you would be home.

I loved you enough to be silent and let you
discover that your new best friend was a creep.

I loved you enough to stand over you for
two hours while you cleaned your room,
a job that should have taken 15 minutes.


I loved you enough to let you see anger,

disappointment, and tears in my eyes.

Children must learn that their parents aren’t perfect..

I loved you enough to let you assume the
responsibility for your actions even when the
penalties were so harsh they almost broke my heart.

But most of all, I loved you enough to say
NO when I knew you would hate me for it.

Those were the most difficult battles of all.

I’m glad I won them, because in the end you won, too.
And someday when your children are old enough to
understand the logic that motivates parents, you will tell them.

Was your Mom mean?

I know mine was.

We had the meanest mother in the whole world!
While other kids ate candy for breakfast,
we had to have cereal, eggs, and toast.


When others had a Coca Cola and chips for lunch,
we had to eat home cooked meals.


And you can guess our mother fixed us a dinner that was
different from what other kids had, too.

Mother insisted on knowing where we were at all times.

You’d think we were convicts in a prison.


She had to know who our friends were
and what we were doing with them.
She insisted that if we said we
would be gone for an hour, we would be gone for an hour or less.

We were ashamed to admit it,
but she had the nerve to break
the Child Labor Laws by making us work.


We had to wash the dishes, make the beds,

learn to cook, vacuum the floor, do laundry,
empty the trash and all sorts of cruel
jobs.

I think she would lie awake at night
thinking of more things for us to do.

She always insisted on us telling the truth,
the whole truth, and nothing but the truth.

By the time we were teenagers,
she could read our minds
and had eyes in the back of her head.
Then, life was really tough!

Mother wouldn’t let our friends just hoot at the gate
when they drove up
They had to come up to the door
so she could meet them.



Because of our mother we missed out
on lots of things other kids experienced.

None of us have ever
been caught shoplifting, vandalizing other people’s
property or ever arrested for any crime.

It was all her fault.

Now that we have left home, we are all educated, honest adults.
We are doing our best to be mean parents just like Mom was.

I think that is what’s wrong with the world today.
It just doesn’t have enough mean moms!’


PASS THIS ON TO ALL THE MEAN MOTHERS YOU KNOW.
(And Their Kids)