Sunday, October 9, 2011

Meratap

Pagi ini datang terlambat ke kajian. Lupa bawa buku pula. Biasalah, kalo libur bawaannya tidur lagi setelah Subuh, padahal kajian mulai jam 6. Payah ah saya.

Nah, pagi ini Pak Ustadz bicara soal 'Dilarang Meratapi Kematian'. Saya sudah beberapa kali mendenger hal ini, tapi tetap banyak pendapat berbeda dalam penerapan sehari-harinya. Ini beberapa hal penting yang saya catat:

- Seorang mati disiksa dalam kubur menurut apa yang dijeritkan dalam tangisan keluarganya (Bukhari, Muslim)

- Sesungguhnya Allah tidak menyiksa karena air mata atau kesedihan hati, tetapi Allah akan menyiksa oleh sebab lisan (Bukhari, Muslim)

Jadi, ketika ada orang yang meninggal, wajar dan manusiawi jika kerabatnya merasa sedih dan kehilangan sehingga akhirnya menangis. Kata orang-orang, kalau air matanya jatuh ke orang yang sudah meninggal, orang yang meninggal itu akan disiksa. Bener tuh?

Nah, berdasarkan hadits, ternyata bukan air mata atau kesedihan kerabat yang membuat mayat disiksa di alam kubur, tapi... apa yang diucapkan atau diperbuat para kerabatnya itu. Maksudnya, kalau kerabatnya itu 'meratap'.

Yang termasuk meratap di sini adalah: menangis berlebihan, menjerit-jerit, melukai diri sendiri, dan menyalahkan Allah akan adanya kematian. Pokoknya segala tindakan berlebihan yang pada akhirnya bermuara pada menyalahkan Sang Pencipta.

Lalu, soal perbedaan pendapat makan/minum di rumah orang yang sedang kesusahan. Ada yang bilang 'haram' ada yang bilang 'lha, kan tuan rumah memang menyediakan buat para tamunya'. Nah, kalau kata ustadz tadi: ketika seseorang makan/minum di rumah seseorang yang kesusahan, bagai menggugurkan pahala surganya. Intinya sih, lebih baik jangan.

Ya itu sih, poin penting kajian pagi ini. Semoga bermanfaat.


Saturday, October 8, 2011

Resep Klasik: Donat Kentang

Edisi masak lagi nih. Gampang lagi. Maklum udah lama nggak ke dapur. Kemarin sempat bingung antara bikin donat, chocolate truffle, pancake, atau kastangel. Eh, akhirnya donat ajalah karena nggak ribet dan pasti semuanya doyan.

Dari sekian resep donat yang pernah saya coba, yang 1 ini yang paling pas buat lidah saya. Empuk, renyah, legit, pas lah. Resepnya diambil dari guntingan koran Republika awal tahun '90.


Bahan:
1/2 kg kentang dikukus dan dihaluskan
1/2 kg tepung terigu yang telah diayak
4 sdm gula pasir
3 sdm mentega
4 butir kuning telur dan 1 butir putih telur (karena males suka saya bikin aja 3 telur)
1 sdt garam
4 sdm susu bubuk
10 gr ragi instan

Cara membuat:
- campurkan tepung terigu dengan telur, gula, garam dan ragi, sama susu bubuk. Aduk rata.
- masukkan kentang, mentega diuleni sampai tidak lengket di tangan
- diamkan sampai mengembang dua kali lebih besar dari adonan semula
- setelah mengembang, bentuk-bentuk sesuai selera. Bentuk standar pastinya: bulat-bulat bolong tengahe, tapi bisa juga dikasih isian selai (jadinya nggak bolong dong)
- goreng sampai mateng


jadi deh....


Ini enak kok. Beneran deh. Sayanya aja suka nggak jago mencetak dan menghias:))


Friday, October 7, 2011

The Pond

I don't think this is a constant lucid dream. I'm not even sure, in what condition I usually get this kind of dream. This vision just keeps coming..


Imagining the place surrounded by water and tropical trees and listening to this song really makes me feel good


Thursday, October 6, 2011

Wonderful Jobs


I took the pictures from this site


“Being the richest man in the cemetery doesn’t matter to me …
Going to bed at night saying we’ve done something wonderful…
that’s what matters to me.”

-Steve Jobs-


Then sometimes, life is about trying to do something wonderful. Trying to make people laugh, trying to inspire and remind them that dreaming is always allowed.

#RIP Mr. Jobs (1955-2011)

Saturday, October 1, 2011

Teman Hidup (Estare Para Siempre) - 2 Steps North feat Juju Suertes


Teruslah kau berlari
Jangan pernah berhenti
Jangan pernah sesali
Yang telah kau jalani
Teruslah kau berlari
Jangan pernah berhenti
Janganlah kau sesali
Waktu takkan berhenti
(Aku ada untuk dirimu dan takkan hilang)
(Teriakan isi hatimu dan ku kan datang)
"Estare para siempre"